Ekonomi

Upah Minimum Kabupaten Batang Rp 2.061.700, Tunggu Keputusan Gubernur Jateng


BATANG,delikpanturanews.com – Pemerintah Kabupaten  Batang bersama  Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Kabupaten Batang akhirnya menyepakati nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK) Batang tahun 2020.

Sesuai kesepakatan antara buruh, pengusaha, yang difasilitasi Pemkab Batang UMK Batang diusulkan naik sebesar Rp 161.700 dari UMK Batang 2019. Usulan nominal UMK 2020 disepakati sebesar Rp 2.061.700 sementara nominal UMK 2019 yaitu Rp 1.900.000.

“Usulan UMK Rp 2.061.700 sudah saya ditandatangani dan dikirim ke Gubernur Jawa Tengah,” Kata Bupati Batang Wihaji di Kantornya, Kamis ( 7/11/2019).

Kenaikan tersebut juga diras tidak memberatkan APINDO karena sudah melalui hitungan, yakni survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL) lanjutnya, dan mekanisme standarisasi KHL hingga menjadi penetapan Upah Minimum yang diaetujui bersama.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Batang, Tulyono mengatakan penghitungan nominal UMK mengacu PP No. 78/2015 tentang Pengupahan.
Dijelaskannya rumusan kenaikan berdasarkan penghitungan berdasarkan pada upah minimum provinsi (UMP) ditambah perhitungan laju inflasi dan produk domestik bruto (PDB) atau pertumbuhan ekonomi.

“Perhitungan kenaikan tetap ada dasarnya, dan mengacu pada aturan yang ada maka setelah dihitung nominal UMK Batang 2020 disepatkati sebersar Rp 2.061.700,” terangnya saat ditemui Tribunjateng.com di Kantor Disnaker.

Tulyono mengatakan dalam pembahasan UMK 2020 pihaknya telah melakukan rapat rutin selama tiga bulan sekali dalam setahun.
“Untuk UMK 2020 sendiri menjadwalkan rapat tiga bulan sekali bersama tim yang terdiri dari asosiasi pengusaha, buruh, juga dari Pemkab termasuk Pak Bupati,” ujarnya.

Diakuinya meski terdapat perbedaan pendapat antara pengusaha dan buruh namun selalui berjalan kondusif dan kesepakatan tetap mengacu pada peraturan yang sudah ditetapkan.
“Perselisihan dan beda pendapat tetap ada, tapi alhamdulillah berjalan kondusif dan semua pihak telah menerima hasil yang sudah disepkati bersama,” ujarnya.
Diungkapkannya, UMK Batang termasuk dalam kategori upah tinggi dengan peringkat ketujuh se-Jawa Tengah dan kedua sekaresidenan Pekalongan setelah Kota Pekalongan.

“UMK Batang termasuk tinggi karna selalu diperingkat tujuh se-Jawa Tengah dan kedua sekaresidenan Pekalongan, sehingga dia berharap dengan hasil yang sudah disepakati tersebut buruh tetap bisa sejahtera, dan pengusaha tidak terbebani juga investor mau masuk ke Batang,” pungkasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *